Rabu, 28 September 2016

Salam Kangen

Halo kawan.

Lama tak jumpa, ya? Rindu rasanya menulis di blog ini lagi. Tak terasa, ternyata 4 tahun sudah aku meninggalkan blog ini. Blog ini benar-benar terbengkalai bagai rumah yang tak terawat. Hihihi.

Semoga setelah ini, rumah ini bisa terawat lagi dan akan kuisi dengan berbagai kehidupan lagi. Doakan ya semoga usahaku ini akan berhasil. Hehehe.

See you next time.


Ida Fitrie D

Senin, 27 Agustus 2012

Selamat Jalan, Pak.


Inalillahi wa inailaihi rojiuun...

Makam Bapak Bay Subarna Soeradimadja
di Cieunteung - Tasikmalaya

Suasana duka masih meyelimuti keluarga kami. Hingga kini kami masih tak percaya jika Bapak meninggalkan kami untuk selama-lamanya setelah berjuang dengan penyakit Tumor Paru yang dideritanya. Bapak akhirnya tak kuat menahan semua itu dan beliau wafat di hari Sabtu 11 Agustus 2012 jam 13.00 WIB.

Padahal dua hari sebelumnya, kondisi Bapak terlihat membaik. Beliau sudah tidak tergantung lagi dengan oksygen. Beliau juga sudah mulai mau makan. Hanya sayang..., keinginan beliau yang terakhir untuk berjalan, menggunakan gigi palsu dan bertemu dengan si bungsu tidak bisa terpenuhi.

Selamat jalan Ayahanda kami tercinta. Semoga engkau kini dapat tenang di sana bersamaNYA. Maafkan anakmu ini yang belum mampu mewujudkan semua impian dan keinginanmu. Maafkan pula anakmu ini yang belum mampu membahagiakan dirimu hingga akhir hayatmu.




Senin, 09 Juli 2012

TENTANG BAPAK (2)

Hari ini, Bapak boleh pulang setelah diopname selama 2 minggu. Bapak pasti senang, karena sejak kemarin-kemarin beliau selalu minta pulang ke rumah. Mungkin Bapak sudah bosan dengan bau rumah sakit.

Bicara soal pulang, aku jadi ingat saat kecil dulu, saat Bapak tidak pulang-pulang ke rumah karena harus tugas luar kota. Sebenarnya, Bapak bekerja di sebuah perusahaan BUMN dan beliau ditempatkan di sebuah kapal tanker. Pekerjaan Bapak memang mengharuskan beliau untuk berpindah-pindah tempat dari daerah yang satu ke daerah yang lain untuk mengangkut minyak bumi ke setiap daerah.

Dulu, saat aku masih berusia 5 tahun, Bapak pernah bilang, ” Bapak kerjanya di kapal.” Ketika kutanya Ibuku, beliau mengiyakan jawaban Bapak. Nah, saat itu (namanya juga masih unyu and lugu) kukira yang dimaksud kapal itu adalah pesawat terbang. Makanya, setiap kali ada pesawat terbang melewati rumah kami, aku selalu berteriak-teriak ke arah pesawat yang sedang asyik terbang di langit luas itu. ”Bapak! Ini Ida! Cepet pulang, ya, Pak! Ida tunggu oleh-olehnya! Jangan lupa pulang ya, Pak! Ida tungguin oleh-olehnya!”

Aku juga dengan bangga mengatakan hal ini pada kawan-kawan sepermainanku. ”Hei! Itu kapal Bapakku! Bapakku sekarang lagi pergi ke Singapur (Negara Singapura maksudnya). Pulangnya pasti bawa mainan boneka bayi yang bisa nangis buatku. Terus, Bapak pasti bawa jeruk sunkist sekardus, apel sekardus, telur sekardus juga, biskuit dua kaleng besssaaar..., sama satu lagi, susu beruang sekardus besssaaar jugaaa....,” kataku sok sekali pada teman-temanku. Mereka lalu terkagum-kagum akan ceritaku tentang Bapak. Aku jadi semakin senang. Bapakku memang hebat, pikirku saat itu. Teman-temanku enggak ada yang punya Bapak seperti Bapakku.

Hihihi namanya juga anak-anak, sebenarnya hal yang paling utama kutunggu-tunggu dari Bapak sebenarnya hanya mainannya. Waktu itu sebelum beliau berangkat tugas lagi, Bapak pernah berjanji untuk membelikanku boneka bayi yang bisa nangis jika dotnya ditarik. Jadi, selama Bapak berlayar, aku selalu menghitung hari kedatangan Bapak dan menunggu oleh-oleh boneka bayi darinya agar aku bisa memamerkannya pada teman-temanku. ”Memangnya cuma si A (namanya lupa) aja yang bisa punya boneka bayi? Aku juga pasti nanti punya boneka bayi yang lebih bagus dari si A,” ujarku sambil berkhayal menggendong boneka bayi yang lucu itu dan memamerkannya pada si A.

Makanya saat Bapak pulang ke rumah dengan segudang oleh-oleh, aku langsung berteriak paling lantang yang. ”Bapak pulaaang!!!”

”Apaaa uyang!” adikku yang kedua pun tak kalah hebohnya berteriak.

”Mana oleh-olehnya, Pak? Mainan boneka yang bisa nangisnya mana, Pak?” tanyaku tak sabar. Tapi Bapak menyuruhku tenang dan bersabar sambil membuka oleh-oleh yang lainnya dulu. Setelah beberapa lama, mainan yang kuminta pun kuterima. Tapi aku menerimanya dengan rasa kecewa.

”Kenapa?” tanya Bapak bingung.

”Bonekanya jelek, Enggak sama dengan punya si A. Bonekanya gede banget,” rajukku.

”Eh, ini bonekanya bagus. Beda sama yang lain. Lihat! Bonekanya pakai jaket bulu. Warnanya bagus seperti jeruk sunkist. Ini gak ada yang punya. Belinya aja dari Singapore,” bujuk Bapak.

Aku masih merengut. Memang bonekanya bisa menangis dan ada dotnya. Tapi tidak sama seperti yang kumau. Boneka yang dibelikan Bapak terlalu besar dan memakai jaket. Padahal boneka bayi yang aku mau itu, sedang merangkak dan hanya mengenakan popok saja. Aku ngambek sampai lama. Bapak tetap membujukku dengan mengatakan bonekaku itu paling bagus dan mahal harganya. Beda dari boneka lainnya. Tetapi aku justru tidak mau. Karena aku ingin boneka yang sama seperti anak-anak lainnya.


Sampai aku besar pun, Bapak selalu memberikan aku barang-barang yang berbeda dengan kawan-kawan lainnya. Aku ingin sepatu roda lengkap dengan sepatunya, tetapi beliau hanya membelikan rodanya saja yang bisa diikat ke sepatu sendiri. Aku meminta dibelikan sajadah kecil berwarna merah dengan gambar kabah dan masjid, tetapi dia membelikanku sajadah besar dengan warna lain bergambar masjid saja. Jadi jika aku ke masjid membawa sajadah yang lebarnya melebihi sajadah kawan-kawan lainnya, aku jadi malu sendiri. Karena sajadahku makan banyak tempat sehingga teman-temanku jadi tersingkir.

Ada satu hal yang membuatku terharu dari Bapak. Seperti yang kuceritakan di awal, setiap Bapak pulang pasti membawa oleh-oleh jeruk sunkist sekardus, apel sekardus, telur sekardus juga, biskuit dua kaleng besar, susu beruang sekardus besar juga. Kukira oleh-oleh yang dibawa Bapak ini dibeli khusus oleh Bapak di daerah-daerah yang pernah beliau singgahi. Ternyata oleh-oleh (kecuali mainan dan baju-baju) yang pernah dibawa Bapak itu adalah jatah makan Bapak setiap hari selama di kapal. Ini kuketahui dari Ibuku.

Aku jadi salut pada Bapak. Ternyata Bapak selalu memikirkan keluarganya selama dia berlayar. Sampai-sampai dia berpikir, ”Di sini aku bisa makan enak, sementara anak istriku hanya bisa makan nasi dengan lauk ikan asin saja.” Lalu Bapak memutuskan untuk menyisihkan sebagian jatah makanannya untuk keluarganya.

Melihat kami menyambut kepulangan Bapak dengan gembira, dan menyantap dengan lahap semua buah, telur, kue dan susu yang dibawanya untuk kami, ternyata membuat hati Bapak bahagia dan lega. Sungguh saat itu aku tak menyadari perasaan Bapak kepada kami. Walau Bapak memiliki kekurangan dan kami sering berselisih paham, tetapi kami tetap bersyukur memiliki Bapak yang selalu menyayangi keluarganya.

Kini saat Bapak sakit dan kembali pulang ke rumah lagi, sudah tidak ada lagi tawa ceria anak-anaknya yang menyambutnya pulang dan berteriak-teriak kegirangan, ”Bapak pulang! Bapak Pulang!”





Yang ada sekarang, justru rasa pedih di hatiku saat melihat dan membayangkan penderitaan Bapak untuk menghadapi penyakitnya nanti.

Sabtu, 07 Juli 2012

TENTANG BAPAK (1)




Kira-kira sudah 12 hari, Bapak masuk opname di rumah sakit. Awalnya kurang lebih sebulan yang lalu, aku melihat keganjilan di sekitar wajah dan leher Bapak. Di daerah itu, Bapak terlihat jadi gemuk. Bukan! Itu bukan gemuk, pikirku. Tapi lebih condong seperti bengkak. Apalagi saat itu, Bapak juga mulai sering batuk-batuk dan sering sesak napas. Kian lama batuknya kian berat.

Aku sarankan agar beliau berobat sebelum terlalu parah. Pertama beliau diperiksa dokter umum, lalu berlanjut ke dokter spesialis. Tapi asumsi mereka, Bapak terkena radang. Akhirnya setelah empat kali berobat tidak membuat beliau lebih baik (apalagi napas beliau semakin sesak dan untuk jalan sebanyak sepuluh langkah saja sudah bikin ngos-ngosan), Bapak akhirnya mau berobat ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat di rumah sakit, Bapak harus di rontgent. Ternyata hasilnya... saluran pernapasan Bapak mengalami penyempitan di paru-paru sebelah kiri. CT Scan pun dilakukan untuk memperjelas lagi penyebab penyakit Bapak. Aku harap hasil dari CT Scan tidak ditemukan hal-hal yang buruk. Karena saat aku menjenguk Bapak di hari Kamis malam (28 Juni 2012) Bapak terlihat begitu segar setelah diopname beberapa hari, walau rasa sesak itu masih ada dan tetap harus di uap.

Tetapi kenyataan berkata lain. Hasil CT Scan pun keluar dan dokter memanggil ibuku serta aku sebagai anaknya di sebuah ruang khusus. Dari sana aku dan ibuku baru mengetahui hasil CT Scan tersebut dan sempat kaget juga saat dokter memvonis bahwa Bapak terkena Tumor Paru Stadium IV dan sudah merambah ke hati.

Kami tak menunjukkan perasaan kami secara langsung dan kami berdua mencoba berusaha untuk tetap bersikap tegar. Aku takut bila aku menangis, maka ibuku juga akan terbawa menangis. Padahal setelah semua itu, di balik kamar lain, aku menangis walau tak mengeluarkan air mata. Rasanya bagaikan tertusuk-tusuk beribu-ribu jarum. Ternyata aku tak setegar yang kukira... :(

Setelah itu, Ibu segera menemani Bapak dan saat itu Bapak masih belum mengetahui penyakitnya karena dokter sendiri pun bingung memberitahukan Bapak soal penyakitnya. Kutahu, Bapak gampang emosi. Bapak mudah sekali naik darah. Menderita sesak seperti ini saja, Bapak sudah sangat uring-uringan. Apalagi bila beliau tahu perihal yang sebenarnya?

Penelitian kembali dilakukan untuk menentukan jenis Tumor yang diderita Bapak. Rabu kemarin (05 Juli 2012) dilakukan Bronchoscophis untuk Bapak di rumah sakit lain (karena rumah sakit tempat Bapak dirawat, alat-alatnya belum memadai). Menurut ibuku yang menemani Bapak, hasilnya memang benar bahwa Bapak menderita Tumor Paru. Tetapi untuk detailnya baru bisa diketahui seminggu kemudian. Yang terjadi kini, Bapak juga sudah mengetahui penyakitnya dari para dokter yang memeriksanya. Oh, semoga saja Bapak bisa tabah dan sabar mendengar berita tersebut.

Tiga hari setelah di Bronchoscophis, aku baru bisa menjenguk Bapak. Kulihat Bapak tak sesegar seperti saat terakhir kutemui. Kata Ibu, infus Bapak terpaksa dipindah ke kaki yang lain. Ini sudah lebih dari 5 kali infusan Bapak dipindah. Kutahu betapa nyerinya ditusuk-tusuk jarum infusan. Aku saja sampai ngilu walau hanya mendengar cerita dari ibu, apalagi bila harus melihat langsung?



 

Ya Allah Tuhan segenap manusia, hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali dengan penyembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit ”. (HR Muttafaq ‘Alaih).

Senin, 11 Juni 2012

"Realistic Mouth"

Hai!!!

Wah, sudah lama juga ya enggak ngeposting sesuatu yang  baru di blog ini.
Hehehe... tenaaang!
Kali ini aku mau posting sesuatu yang baru.

Taraaa... inilah hasil semedi selama 2 jam di kantor tadi siang.


Ini link videonya di Youtube :


Begitu kuatnya ingin membuat gambar dengan menggunakan photoshop, membuatku nekad mencari-cari Tutorial Digital Painting dari Youtube. Sampai akhirnya, ketemulah tutorial bergambar mulut yang bikin mataku gak mau merem selama 2 hari (Jum'at dan Sabtu) untuk memelototi tutorial ini di depan layar monitor dan juga di dalam mimpi.

Dan di hari Seninnya, mulailah kukebut hasil semediku itu dalam tempo 2 jam. Padahal waktu yang tercantum dalam tutorial itu hanya membutuhkan 1 jam saja untuk membuat gambar ini.
Yah... setidaknya, buat pemula seperti aku ini, gambarnya enggak jelek-jelek amat lah buat cuci mata. Hehehe... :P


Rabu, 09 November 2011

[Info Penulisan] Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) XI - Annida Online

IKUTILAH LOMBA MENULIS CERITA PENDEK ISLAMI (LMCPI) XI

DAN LOMBA MENGGAMBAR KOMIK PENDEK ISLAMI (LMKPI)
ANNIDA-ONLINE


Persyaratan Umum:
1. Tema LMCPI XI dan LMKPI 2011: IMPIAN
2. Naskah/ komik yang diperlombakan bersifat original, bukan jiplakan, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media manapun (cetak maupun elektronik)
3. Peserta dari seluruh kalangan: Pelajar, mahasiswa, umum, dalam dan luar negeri. Peserta boleh per orangan atau kelompok (maksimal 3 orang)
4. Tiap peserta lomba wajib menyertakan bukti transfer pembelian paket e-bookAntologi 15 Cerpen Pilihan Annida 2011 dan Komik Senyum Nida. Satu bukti transfer dapat digunakan untuk mengirim beberapa naskah LMCPI dan LMKPI (tidak dibatasi), namun hanya untuk satu peserta atau satu kelompok yang sama. (Tata cara pembelian e-book lihat selengkapnya di bawah persyaratan lomba!)
5. Bukti transfer pembelian e-book di-scan dan dikirim ke emailpanitialomba.annida@gmail.com, setelah itu peserta akan mendapatkan PASSWORD yang harus dicantumkan pada naskah/komik yang dilombakan.
6. Dalam rangka menyemarakkan semangat Go Green. Karya lomba hanya diterima secara online (bukan pos) melalui web www.annida-online.com.
7. Cerpen/ Komik yang dilombakan bernilai kebaikan universal (islami), tidak porno, tidak menyinggung SARA.
8. Naskah cerpen/ komik menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa asing, bahasa alay atau bahasa SMS.
9. Pengumuman pemenang pada akhir Februari 2012 di annida-online.com
10. Hadiah LMCPI dan LMKPI masing-masing sebagai berikut:
Juara 1: 1 Juta + Piagam penghargaan + Bingkisan
Juara 2: 750 ribu + Piagam penghargaan + Bingkisan
Juara 3: 500 ribu + Piagam penghargaan + Bingkisan

* Syarat Khusus LMCPI:
1. Judul Bebas, menarik, dicantumkan di awal naskah
2. Menuliskan PASSWORD di bawah judul naskah (Password diperoleh setelah mengirim bukti transfer pembelian e-book Antologi 15 Cerpen Pilihan Annida 2011 dan KomikSenyum Nida).
3. Syarat teknis: Naskah diketik rapi. Kertas A4. Font Times New Roman 12pt. spasi 1,5. Panjang 5-10 hlm.
* Syarat Khusus LMKPI:

1. Gaya gambar bebas: Gaya komik Indonesia, manga Jepang, Amerika, dll.
2. Panjang komik minimal 1 halaman. Maksimal 2 halaman.
3. Menuliskan PASSWORD di bawah judul naskah (Password diperoleh setelah mengirim bukti transfer pembelian e-book Antologi 15 Cerpen Pilihan Annida 2011 dan KomikSenyum Nida).
4. Komik di-scan dan dikirim secara online melalui web annida-online.com
5. Komik boleh buatan tangan asli maupun komputer. Boleh berwarna maupun B/W

TATA CARA PEMBELIAN PAKET E-BOOK
"ANTOLOGI 15 CERPEN PILIHAN ANNIDA ONLINE 2011" & "KOMIK SENYUM NIDA"

1. Mentransfer Rp. 50.000,- untuk pembelian paket e-book ke Bank Syariah Mandiri (BSM) atas nama Yayasan Insan Media Peduli 0390-10-77-88
2. Bukti transfer di-scan dan formulir pendaftaran dikirim ke emailpanitialomba.annida@gmail.com
3. Konfirmasi melalui SMS ke 0838-99-6474-39 dengan format SMS: Ebook--alamat email pentransfer. Contoh: Ebook--lalala@gmail.com
3. Keterangan tata cara mengupload cerpen & komik,E-book dan PASSWORD dan Username untuk login mengupload berkas lomba peserta lomba akan dikirim ke alamat email yang diberikan.
4. Tanya jawab lomba bisa dilakukan melalui email: panitialomba.annida@gmail.com
5. Pemesanan ebook dan pengiriman naskah lomba dimulai pada awal Oktober- Januari 2012.Deadline naskah lomba: 16 Januari 2012

Lomba Menulis Cerpen Anak "Ambilkan Bulan"

Adik-adik, masih ingat lagu Pelangi, Bintang Kejora, dan Libur Telah Tiba? Nah, semua lagu itu karya pencipta lagu anak-anak yang sangat termasyhur, yaitu Pak A.T. Mahmud.
Mizan Productions dan Falcon Pictures akan memproduksi film musikal untuk keluarga, yang lagu-lagunya diambil dari 10 lagu karya Pak A.T. Mahmud. Judul filmnya Ambilkan Bulan, yang diambil dari salah satu karya Pak A.T. Mahmud. Film ini akan ditayangkan di liburan akhir tahun, mulai 29 Desember 2011.

Untuk menyambut film ini, kami bekerja sama dengan Kecil-Kecil Punya Karya menyelenggarakan lomba penulisan cerpen yang bisa adik-adik ikuti.


Ketentuan :
- Kelompok lomba terdiri dari Kelompok SD dan Kelompok SMP
- Berlaku untuk adik-adik berusia 6-12 tahun (Kelompok SD) dan 13-15 tahun (Kelompok SMP)
- Inspirasi cerpen berdasarkan lirik lagu Ambilkan Bulan karya A.T.  Mahmud
- Kirimkan karya/cerpen tersebut ke e-mail promosi@mizan.com dengan dilengkapi data pribadi dan alamat lengkap,   selambat-lambatnya  pada 20 November 2011
- Panjang cerpen minimal 4-6 halaman,  A4, Times New Roman , 12 points
- Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu cerpen, dengan inspirasi dari lagu yang   berbeda
- Cerpen-cerpen yang menang akan dijadikan e-book atau buku elektronik yang akan disebarluaskan kepada - pembaca Indonesia secara gratis
- Hadiah untuk 6 karya terpilih dari masing-masing kelompok SD (3 Pemenang) dan SMP (3 Pemenang). Masing-masing akan mendapat hadiah senilai Rp1.500.000,- plus paket buku senilai @Rp.500,000,-.

Ayo adik-adik, ikuti kesempatan langka ini.  Dengan mengikuti lomba ini, adik-adik juga telah ikut serta memperkenalkan kembali lagu anak-anak, yang sudah terkenal sejak ayah dan bunda kita masih muda.


Lirik  Lagu AMBILKAN BULAN Karya A.T.Mahmud
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menerangi tidurku yang lelap
Di malam gelap

sumber info :  http://dar.mizan.com/index.php?fuseaction=event_det&id=150

Kamis, 21 Juli 2011

"Toko Ibu Bagus" Ini Lapak Favoriteku Loh!!!

Hai, teman.


Duh... kesannya gaul and sok SKSD banget ya? hihihi...



Tau gak sih? Aku ini punya kebiasaan yang ga bisa dihilangkan. Laper mata klo liat buku di mana-mana. Baik itu di Toko Buku lah, di Emperan lah, di Pameran lah, atau di Internet yang bisa dibeli secara online. Apalagi kalo dijualnya murmer banget ato diskonnya gede2an. Hihihi... Pasti langsung diborong abis deh semua buku yang kusuka.



Nah, ada satu lapak online yang selalu jadi favoriteku. Karena di lapak ini selalu tersedia buku-buku yang kusuka dan kucari. Malah boleh booked dulu (hehehe...) maksudnya biar ga diambil orang lain loh... ^_^



Kebetulan lapak ini milik Mba Dedew (penulis Anak Kos Dodol yang terkenal itu loh!). Apalagi Mba Dedew ini selalu murah senyum dalam meladeni pembeli bandel seperti aku... qeqeqe... :P

Maaf ya Mba Dedew jika daku selalu membuatmu keder bin bingung hihihi.... :)


*Foto ini dibuat saat acara Talkshow Komunitas PBA di Gramedia Book Fair bulan Februari 2011 lalu.  Dalam foto ini dari ki-ka : Me, Mba Wiwiek, Mba Dewi "Dedew" Rieka and Mba Dewi Ichen Cendika.


Nah, jika ada yang berminat untuk membeli buku murmer baik dalam kondisi baru ataupun seken bisa langsung saja menuju lapak Toko Ibu Bagus.



Dan ini linknya ya :

http://tokoibubagus.multiply.com/




Oke teman? Selamat berbelanja ya? Semoga kalian menemukan buku yang disuka... ^_^

Buku Antologi FF terbaru "Persembahan Kupu-kupu"

Nah kalau yang ini buku ke delapanku.


Buku ini ditulis bersama 150 orang penulis. Wah, pasti ceritanya bagus-bagus and rame. Hehehe...
 
Judul : Dalam Kasih Ibu




Penulis: Triani Retno, Akhi Dirman Al Amin, Amalia Husna,... Ari Kunto, Dian Onasis, Dyah Pratitasari, Elis Homsini Maolida, Eka Natassa, Ida Fitrie Dwiyanto, Maharani Aulia, Nataya Charoonsri, Nunik Utami, Putu Felisia, Siti Nurbanin, dan Syarifah Aini.



Penerbit : Glitzy Publishing (imprint Gramedia), Juli 2011

Harga : Rp



“Di balik seorang laki-laki hebat, ada seorang perempuan hebat. Di balik anak-anak hebat, ada seorang ibu hebat.” (Prakata)



Lima belas kisah dalam buku ini mengungkapkan hubungan antara anak dan ibunya. Anak yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja, anak yang dibesarkan dengan banyak saudara asuh, dan anak yang dibesarkan dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Kenangan seorang anak pada ibunya—kenangan melankolis sentimentil dan kenangan lucu—, kekaguman pada keuletan ibu, kemiripan yang tak disadari, hingga pelajaran yang diperoleh seorang anak dari ibunya. Pelajaran yang kerap tak disadari, namun sangat bermanfaat di masa dewasa sang anak.



Inilah bentuk “Solidaritas Penulis Untuk Rumah Dunia”. Ketika mereka mendengar Rumah Dunia sedang mengupayakan pembebasan tanah seluas 1800 m2, secara sukarela mereka menyumbangkan tulisannya. Mereka meyakini, bahwa Rumah Dunia adalah rumah bersama, warisan literasi bagi anak-anak masa depan di negeri ini.





Daftar Isi:



1. Like Mother Like Daughter (Triani Retno)

2. I Love U, Mom.… (Amalia Husna)

3. Salam Kangen Buat Mamah (Elis Homsini Maolida)

4. Sambal Tomat Ibu, Buat Aku Kangen Terus (Masarkun)

5. Hanya Perempuan Biasa (Nunik Utami)

6. Aksi Underground Mama, Minim Kata dan Cerita (Nataya Charoonsri)

7. Dua Ibu dengan Kehangatan Cinta Tiada Bertepi (Akhi Dirman Al-Amin)

8. Mamaku Jadi Pengantin (Dyah Pratitasari)

9. Mama, Kotak Ilmuku (Eka Natassa Sumantri)

10. Everyday I Love You, Mom (Maharani Aulia)

11. Tak Sekadar Pesta Busuk (Siti Nurbanin)

12. Rahasia Kasus Cicak dalam Botol Sirop (Ida Fitrie Dwiyanto)

13. Mama, Sahabat Terbaik, Sekarang dan Selamanya (Putu Felisia)

14. Bila Ibuku Punya Cucu (Dian Onasis)

15. Hati Emas yang Bersepuh Emas (Syarifah Aini)



Segera kunjungi toko-toko buku Gramedia dan beli bukunya, karena dengan begitu berarti Anda sudah ikut berpartisipasi dalm gerakan literasi lokal untuk Indonesia Membaca.(*)Lihat Selengkapnya

Senin, 18 Juli 2011

Resensi buku "Berjuanglah Bunda Tidak Sendiri" ada di majalah Ayah Bunda edisi Juli 2011

Hai, kawan!
Ada kabar baru lagi. Buku Berjuanglah Bunda tidak Sendiri telah di resensi di majalah Ayah Bunda edisi bulan Juli 2011.

Duuuh senangnyaaa... :-)

OMG... Ada Tasaro!!!

Hari itu, Minggu tangga
l 10 Juli 2011.
Secara tidak sengaja daku and my familly berkunjung ke Jakarta Book Fair.
Niatnya sih mau beliin bahan bacaan untuk anak-anak.
Apalagi si bontot mau masuk sekolah juga. Jadi, Berangkatlah kami ke
pameran buku di Istora Senayan pada hari terakhir.

Eh, gak disangka-sangka. Ternyata daku bersua dengan Tasaro Gk, sang penulis buku "Nibiru" itu. Kebetulan daku juga dah ngincer buku itu sejak lama.
Namun gak kesampaian terus.

Tapi emang dasar jodoh ya... akhirnya pas daku bisa beli buku itu, pas ada
penulisnya juga. Maka jadilah kutodong beliau untuk menandatangani buku Nibiru yang kubeli tadi and sekalian nodong foto bareng.
Hihihi... dapet bonus 2 skaligus kan?

Nah inilah hasilnya...

Ini dia Buku2 Antologi Terbaruku


Nah, kawan-kawan. Ini dia buku antologi terbaruku yang diterbitkan oleh
Elex Media.

Judule : Berjuanglah Bunda Tidak Sendiri

Buku ini berisi tentang bagaimana menghadapi
proses kelahiran. Udah pasti buku ini cocok dong untuk para bumil yang
sedang mempersiapkan proses kelahiran sang buah hati. So? What are u waiting for?
hihihi sok pake inggris-inggrisan. Pokoke buruan beli deh, sebelum kehabisan loh.

Satu lagi yang telah terbit dri Leutika Prio.

"Selaksa Makna Ramadhan"

Buku ini juga masih keroyokan dengan kawan-kawan.
Pokoke menjelang ramadhan ini lebih sip jika kawan-kawan juga
memiliki buku ini. Soale pas banget buat bahan bacaan d bulan ramadhan nanti.
Hehehe...

Selasa, 15 Februari 2011

Masalah Tidur Pada Bayi



Tahukah Bunda? Masalah tidur pada bayi baru muncul sekitar enam bulan menjelang akhir tahun pertama. Di sini bayi tidak bisa membedakan waktu antara siang ataupun malam. Malah mereka lebih sering terbangun di malam hari. Karena itu janganlah heran bila mereka bangun dan bermain pada malam hari.


Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Usahakan agar jam tidur siang bayi dikurangi. Membangunkan bayi tidur memang sulit tetapi bukan tidak mungkin. Jika ia  terbangun usahakan membuatnya terjaga lebih lama, misalnya dengan mengajak berbicara, bercanda, dll.
Jangan pula membuatnya terbangun terus pada siang hari. Kelelahan pada bayi menyebabkan bayi tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari

Sering terbangun
Bayi biasanya membutuhkan makan setiap 2-4 jam sepanjang hari. Jadi jangan terlalu berharap ia akan tidur sepanjang malam hingga usianya dua bulan. Ia terbangun karena membutuhkan nutrisi. Sedangkan untuk bayi prematur akan membutuhkan waktu lebih lama untuk makan pada malam hari. Selain lapar, bayi terbangun mungkin karena alergi atau sakit.
Pada usia 2-3 bulan, maka bayi siap untuk tidur lebih lama. Kecuali ada masalah kesehatan, jangan membangunkan bayi hanya untuk menyusuinya.

Perlunya  Pembiasaan   
Bayi menyukai rutinitas, terutama berkaitan dengan waktu tidur. Membiasakan sesuatu sebelum tidur seperti memberi makanan (menyusui) atau perhatian (Menggendong, menyanyikan lagu nina-bobo, dan menepuk-nepuk bisa membantunya tertidur.

Tetapi jika terbangun di malam hari. Ia mungkin mengalami infeksi telingsa. Jika ini terjadi, maka Anda perlu menggendongnya atau membawanya ke dokter.


Kiat menidurkan bayi
Tidurkanlah bayi pada waktu yang sama setiap harinya. Satu kali Bunda melewatinya, bayi sudah terlalu lelah. Ia menjadi sulit untuk tertidur.

Bangun sebuah kebiasaan
Beberapa bayi memerlukan upacara khusus sebelum tidur. Misalnya mandi air hangat, usapan lembut pada perut dan punggung ketika di timang-timang. Kegiatan ini membuat bayi merasa nyaman  dan membentuk rutinitas menjelang tidur.

Perhatikan tanda-tanda bayi mengantuk
Rewel, menggosok mata, terkantuk-kantuk biasanya menandakan bayi siap untuk tidur. Sering juga terjadi, bayi yang mulai tertidur tiba-tiba membuka lebar matanya lalu menutupnya dengan cepat. Tanda ini sering dilewatkan oleh orangtua.

Sesuaikan lampu dan suhu
Lampu temaram membuat bayi tidur lebih nyenyak, terutama bagi bayi sensitif. Jaga pula suhu ruangan bayi lebih hangat pada siang hari dan lebih dingin pada malam hari.  Hal ini membantu bayi untuk membedakan siang dan malam hari.


YANG PERLU DIHINDARI :
  1. Mencampurkan sereal ke dalam botol susu agar bayi kenyang. Hal ini justru membuat bayi merasa tidak nyaman dan susah tidur.
  2. Menimang bayi. Hal ini sangat menenangkan dan membantunya tertidur, tetapi ia akan ketagihan.
  3. Membiarkan bayi tidur sambil menyusu atau minum botol. Hal ini menciptakan kebiasaan buruk. Jika terbangun tengah malam, ia akan berharap Bundanya akan menyusuinya.

*sumber : Baby Guide 

Senin, 14 Februari 2011

Liputan Acara Launching Buku Lovely Lebaran "La Tahzan" dan "Serendipity

Tepat tanggal 13 Februari 2011 di Toko Buku Leksika diadakan sebuah Launching Buku Lovely Lebaran. Uniknya, buku yang di launching ini kembar. Hehehe... Ya, 2 buku Lovely Lebaran ini terlahir dengan 2 judul ; La Tahzan dan Serendipity.



Dan di sini aku sempat mendokumentasikan beberapa moment yang cukup menarik. Diantaranya ada Talk Show ala "Kick Dani" (hehehe) bersama penulis-penulis berbakat seperti Uni Dian Onasis, Mba Erlita Pratiwi, Mas Akh Kemal, dan Mba Deasy Lyna Tsuraya.

Oh ya, di acara ini juga diadakan workshop penulisan beserta beauty class, loh!

Sayangnya aku enggak sempat mengikuti sesi terakhirnya, apalagi moment foto bersama para penulis Lovely Lebaran lainnya. Sedih juga sih! Tapi aku senang kok bila akhirnya semuanya bisa berjalan dengan sukses dan lancar. Amiin









Kamis, 10 Februari 2011

TELAH TERBIT BUKU "LOVELY LEBARAN SERENDIPITY" DAN "LOVELY LEBARAN LA TAHZAN"





























TELAH TERBIT!!!
BUKU LOVELY LEBARAN "SERENDIPITY" DAN "LA TAHZAN"

Harga Buku Rp. 40.000,- (belum termasuk ongkir)

Paket dikirim melalui Tiki JNE.

Di sini ada karyaku dan karya kawan-kawan lainnya.
Jika berminat hubungi aku ya biar nanti aku bisa cek ongkirnya sekalian.

Selasa, 25 Januari 2011

Buku-bukuku yang malang.

Malam ini aku sedang menatap tumpukan buku dan majalah yang sudah kubeli. Rasanya ingin sekali kuhabiskan waktuku untuk membaca semuanya. Namun sayang aku tak bisa. Buku-buku dan majalah itu hanya sebagian kecil saja yang bisa kubaca. Selebihnya masih menumpuk dalam lemari dan dus TV 14 inchi.


Hmm.. parahnya lagi..., kebiasaanku belanja buku dan majalah tak bisa kuhentikan. Aku gampang sekali tertarik untuk membeli. Apalagi jika buku-buku itu dijual dengan harga murmer. Pasti mataku langsung berubah jadi ijo. Kalau dihitung-hitung lagi, sekitar Rp. 100.000,- s.d Rp. 300.000,- uangku pun ludes dari dompet dan ATM dalam sebulan. Gilaaa!!! Masa sampai segitu sih? Tekor abis ini sih kalau dipikir-pikir.

Karena uangku semakin lama semakin tipis dan aku harus melakukan pengiritan (Hihihi... supaya dapur teteup bisa ngebul!) dan belanja buku teteup jalan terus. Aku lalu mengurangi jatah budget untuk pembelian buku-buku tersebut. Yah paling tidak, sebulan aku hanya mengeluarkan Rp. 50.000,- saja. Jikalau di bulan ini aku tidak membeli buku, maka bulan depan aku membelinya dengan harga double dari jatah bulananku. Hehehe...

Kini setelah program pengiritan jatah belanja buku kulaksanakan, aku masih tetap kewalahan untuk membaca. Karena ternyata waktuku sudah tidak bisa sebebas dulu lagi yang bisa berjam-jam membaca beberapa buku terus menerus tanpa henti. Yah, namanya juga IRT. Waktuku banyak kuhabiskan untuk bekerja, mengasuh anak dan mengurus rumah. Duuhhh... kapan ya aku bisa menikmati membaca buku secara tenang tanpa adanya gangguan dari krucil-krucil? Buku-buku dan majalah itu pasti rindu akan tatapan mataku, belaian, dan juga sentuhan diriku. Hihihi...  lebay banget siiiyy?!?

Selasa, 18 Januari 2011

3 PANDUAN DASAR MENULIS

Aku baru baca buku "Bikin Novel Ngocol Yuk" karangan Mathino Andreas

Walaupun belum semuanya habis kubaca, tapi ada 1 bagian awal yang membuatku tertarik di sini.
Intinya sih tentang panduan dasar menulis.

Ada 3 dasar yang menjadi panduan untuk menjadi penulis, yaitu :

1. Komitmen, misalnya : kita berkomitmen menulis 5 lembar/hari. Jika tidak terpenuhi 1 lembar maka hutang yang 1 lembar itu di jadwalkan pada hari berikutnya.

2. Improvisasi. Dengan memiliki perbandaharaan kata maka penulis diharapkan dapar berimprovisasi dengan kata-kata yang akan ditulisnya.

Contoh : Ani merasa bingung

Improvisasinya : Situasi yang tengah di hadapi membuat Ani terpojok. Bingung. Ia tak tahu sama sekali akan apa ia harus perbuat. Pikirannya seolah terhenti.

3. Penguasaan tata bahasa.

Contoh kata depan :

“di pasar”, “di situ”, “di luar”

Kata depan “di” ini dipisah karena menunjukkan lokasi.

Sementara “disayangi”, “diterima”, penggunaan kata “di” ini sebagai kata imbuhan di gabung dengan menggunakan kata kerja pasif.

Semoga tulisan ini membantu teman-teman ya... ^_^

Senin, 10 Januari 2011

LIPUTAN KHUSUS PELATIHAN MENULIS CERPEN BERSAMA RENI ERINA DAN RUMAH PENA



Menulis bukanlah suatu hal yang tabu. Menulis juga bukanlah sesuatu yang hal baru. Justru menulis di kalangan muda sekarang sedang menjadi trend. Hehehe. Bener gak, sih? Hal ini terbukti dalam kasus Mbak Erin yang sampai kerepotan menerima ratusan email-email berisi naskah-naskah cerpen dari para penulis muda setiap harinya yang mengantri untuk diterbitkan di Majalah Story. Padahal cerpen-cerpen yang bisa di muat di majalah ini hanya sebanyak 20 cerpen saja setiap edisinya.
Nah, kira-kira cerpen yang baik dan layak diterbitkan tuh seperti apa, sih? Dalam pelatihan menulis cerpen yang diadakan oleh Mbak Achi TM sang pemilik Rumah Pena pada tanggal 09 Januari 2011, semua tehnik penulisan cerpen ini dibahas langsung oleh Editor Majalah Story, Mbak Reni Erina yang cantik, lugu dan imut. Itu menurut pengakuannya sendiri, loh! Bagaimana kita harus mencari ide lalu kemudian mengembangkannya menjadi sebuah tema. Atau bagaimana kita menemukan judul yang menarik lalu membuatnya langsung menjadi cerita sebanyak 3 baris saja sebagai latihan dan lain sebagainya. Sstt... di sini Mbak Erin memberikan beberapa tips yang oke-oke banget, loh!
Selain itu, di sesi awal dan akhir pelatihan ini juga Mbak Erin memberikan beberapa games yang memicu semangat menulis para peserta pelatihan yang berjumlah lebih dari 25 orang ini. Apalagi beliau memberikan instruksi dengan santai dan penuh canda tawa sehingga peserta tidak pernah merasa bosan mendengar, mengamati dan menyimak ocehannya yang ceria itu. Pastinya, mengikuti pelatihan ini benar-benar bermanfaat banget, deh. Tentunya bermanfaat bagi yang menyukai dunia tulis menulis, dong!

Senin, 06 Desember 2010

BAGIANKU MANA?






BAGIANKU MANA?




Agung sedang kesal karena malam minggunya kelabu. Lalu kini dia berjalan sendirian di gang yang sepi. Menurut warga, gang ini ada penunggunya. Badannya hitam, besar, berbulu dan juga bertaring.

“Ah, bete! Duit kosong, pacar pergi. Terus sekarang gue terpaksa lewat gang angker. Apes bener! Hiii….” Agung bergidik ketakutan.

Lalu tanpa diduga-duga, perhatiannya tertuju pada sebuah dompet yang tergeletak di depannya

“Cihuy! Nemu dompet, nih?”

Agung segera mengambil dompet tersebut dan mencoba mengintipnya.

“Wuih, uangnya bisa buat dugem, nih!”

“Uangnya banyak ya, Mas!”

“Iya!”

“Boleh minta bagianku, Mas?”

“Haa, Siapa elo? Enak saja minta-minta bagian.”

“Jelas ada,” kata sebuah suara serak yang sedang berdiri di belakang Agung.

Dan sosok hitam besar berbulu serta bertaring itu kini tengah berdiri di belakang Agung seraya menadahkan telapak tangannya.